Rabu, 03 Juni 2020

Syihabuddin al-Qalyubi: Ulama Fikih Ahli Astronomi, Medis, dan Sejarah

Syihabuddin al-Qalyubi: Ulama Fikih Ahli Astronomi, Medis, dan Sejarah

Nama lengkapnya Syihab ad-Din Abu al-‘Abbas Ahmad bin Ahmad bin Salamah al-Qalyuby (w. 1069 H/1658 M), lebih dikenal dengan “al-Qalyubi”. Dia berasal dari sebuah wilayah bernama ‘qalyubiyah’ yaitu salah satu desa yang ada di Mesir, oleh karena itu pula dia populer dengan panggilan “al-Qalyubi”.

Melalui penelusuran sumber-sumber sejarah dan bibliografi, dia menguasai banyak disiplin ilmu, antara lain ilmu-ilmu syariat (terutama fikih), medis (kedokteran), astronomi, dan sejarah.

Sejarawan Al-Muhibby menggelarinya dengan sang pemuka para ulama (ru’asa’ al-‘ulama’).

Kemampuannya dalam bidang fikih sudah sangat diketahui dan tidak diragukan lagi. Di kalangan pesantren Nusantara (khususnya di Indonesia), tokoh ini dikenal sebagai ulama bidang fikih yang bersama ‘Umairah (Syihab al-Din Ahmad al-Burullusy al-Mashry (w. 907 H/1501 M) menulis sebuah buku berjudul “Hasyiata Qalyuby wa ‘Umairah ‘ala Syarh al-Mahally ‘ala Minhaj al-Thalibin”, yang terdiri dari empat jilid.

Secara umum buku ini membahas persoalan-persoalan umum tentang ibadah dan muamalat dalam Islam seperti salat, puasa, zakat, dan haji. Segenap pembahasan ini diuraikan secara runut, argumentatif, dan sistematis.

Dalam bidang astronomi, al-Qalyubi menulis sebuah buku kecil berjudul “al-Hidāyah Min adh-Dhalālah fī Ma’rifah al-Waqt wa al-Qiblah wamā Yata’allaq bihimā Min Ghair Ālah”. Seperti tampak dari judulnya, buku ini membahas tentang waktu dan arah kiblat.

Dalam konstruksinya, buku ini terdiri dari satu mukadimah, 12 fasal, dan satu penutup. Secara umum buku ini membahas tentang waktu, seperti waktu-waktu salat, tahun-tahun hijriah, tahun-tahun Koptik, menentukan tahun-tahun kabisat dan basitat, dan lain-lain.

Selain itu juga dalam buku ini dikemukakan terminologi-terminologi astronomi secara kebahasaan maupun secara fikih yang berguna bagi pembaca. Diantaranya terminologi waktu, bulan, tahun, dan lain-lain.

Tujuannya adalah memudahkan bagi pelajar baik memahami maupun menghafalnya. Di bagian akhir dari buku ini al-Qalyubi mengemukakan catatan praktis tentang mihrab-mihrab yang ada di pekuburan Mesir, dimana ia menemukan banyak terjadi kemiringan arahnya. Dalam penelitian modern, terbukti bahwa apa yang dikemukakan al-Qalyubi benar adanya.

Adapun alasan al-Qalyubi menulis buku ini adalah dilatari karena pengetahuan tentang waktu dan arah kiblat merupakan hal penting, khususnya terkait salat. Ilmu ini diperlukan bagi orang-orang yang mukim maupun musafir.

Selain itu, dalam kenyataannya, ketika itu, ilmu mengenai ini telah banyak diabaikan baik oleh kalangan anak muda mapun orang dewasa. Maka sejumlah alasan ini mendorong al-Qalyubi untuk menulis buku ini.
Cover buku “al-Hidāyah Min adh-Dhalālah fī Ma’rifah al-Waqt wa al-Qiblah wamā Yata’allaq bihimā Min Ghair Ālah” karya Syihab al-Din al-Qalyubi (w. 1069 H/1658 M) [Cairo: Dar al-Aqsha]

Dalam bidang sejarah, al-Qalyubi menulis sejumlah buku, yaitu “Tuhfah ar-Raghib fi Sirah Jama’ah Min Ahl al-Bait al-Athayib”, lalu “an-Nabdzah al-Lathifah fi Bayan Maqashid al-Hijaz wa Ma’alimuhu asy-Syarifah”, dan “Risalah fi Fadha’il Makkah wa al-Madinah wa Bait al-Maqdis wa Syai’ Min Tarikhiha”.
Lembar judul buku “Tuhfah ar-Raghib fi Sirah Jama’ah Min Ahl al-Bait al-Athayib” karya Syihab al-Din al-Qalyubi (w. 1069 H/1658 M)

Adapun dalam bidang kedokteran, al-Qalyubi menulis buku berjudul “Tadzkirah al-Qalyuby fi ath-Thibb wa al-Hikmah”, yang terdiri dari 10 bab. Secara umum, buku ini menguraikan dasar-dasar penyakit yang menjangkit di seluruh tubuh seperti penyakit kepala, mata, telinga, hidung, tenggorokan, dada, perut, punggung, lutut, dan lain-lain.
Buku “Tadzkirah al-Qalyuby fi ath-Thibb wa al-Hikmah” karya Syihab al-Din al-Qalyubi (w. 1069 H/1658 M) [Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah].

Dalam buku berjudul “Ishamat al-Hadharah al-‘Arabiyyah wa al-Islamiyyyah fi ‘Ulum al-Falak” (diterbitkan oleh Al-Azhar, UNESCO, Bibliotheca Alexandrina, dan CULTNAT) disebutkan dua karya lain al-Qalyubi tentang astronomi (ilmu falak) selain yang disebutkan di atas, yaitu: “Risalah fi Ma’rifah Asma’ al-Bilad wa Athwaluha wa Inhirafuha” dan “Risalah fi al-Miqat”, keduanya di bidang ilmu falak (astronomi).

Sumber:

Tulisan Saudara Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
(Dosen FAI UMSU & Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)


Selasa, 26 Mei 2020

Matahari Melintasi Ka’bah, Lajnah Falakiyah Darul Falah Aceh Utara Ajak Masyarakat Kalibrasi Arah Kiblat


Matahari Melintasi Ka’bah, Lajnah Falakiyah Darul Falah Aceh Utara Ajak Masyarakat Kalibrasi Arah Kiblat



Mau ngasih info nih... Apaan tuh??? Besok dan lusa tanggal 27 dan 28 Mei, sobat Team Lajnah Falakiyah bisa melakukan pengecekan arah kiblatnya udah benar atau belum. Kok bisa, trus caranya gimana? Mari kita simak penjelasan berikut ini:

Berdasarkan tinjauan astronomis atau ilmu falak, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meluruskan arah kiblat, seperti menggunakan kompas, theodolit, serta fenomena posisi matahari melintas tepat di atas Kabah yang dikenal dengan istilah istiwa a'zam atau rashdul kiblat.

Besok dan lusa tepat pukul 16.18 WIB Posisi Matahari tepat berada di atas Ka'bah.

Peristiwa ini hanya berlaku untuk Indonesia bagian Barat dan Tengah bagian Barat. Fenomena ini berlangsung dua kali dalam setahun, yakni pada 27-28 Mei pukul 16.18 serta 15-16 Juli pada pukul 16.26 WIB.

Sementara untuk Indonesia bagian Timur (juga sebagian Indonesia Tengah bagian Timur) penentuan arah kiblatnya dapat dilakukan saat Matahari di atas diantipoda Kabah (sebalik arah Kabah) yang terjadi setiap 16 Januari pukul 06.29 WIT dan 28 November pukul 06.09 WIT.

Peristiwa tersebut dikenal dengan nama Istiwa A'dham atau Rashdul Qiblat. Yaitu, ketentuan waktu dimana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Team Lajnah Falakiyah Darul Falah Aceh Utara mengajak masyarakat untuk memperbaiki dan mengecek kembali arah kiblat,  baik di rumah, balai, meunasah, masjid maupun tempat umum lainnya. Ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah, dimana bayang-bayang suatu benda yang berdiri tegak lurus di mana saja pada jam itu akan mengarah lurus ke Ka'bah. 

Rashdul Qiblat  ini sangat tepat dan simple bagi kita untuk mengecek kembali arah kiblat di tempat kita, pengukurannya cukup menggunakan tiang tegak lurus yang disinari oleh cahaya matahari pada sore hari ketika rahsdul kiblat.

Sehubungan dengan itu, bagi masyarakat yang ingin memverifikasi kesesuaian arah kiblat, dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

* Pertama, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan lot/bandul; 
* Kedua, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata; dan 
* Ketiga, jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom.

Jika ketiga tahapan itu sudah dilakukan, maka bayangan benda yang digunakan untuk memverifikasi itu akan mengarah ke Ka'bah.

Pengamatan posisi matahari atau bayangan matahari dapat dilakukan dalam interval waktu 2 menit, yaitu mulai pukul 16:27 Wib s.d 16:29 WIB pada tanggal 28 Mei setiap tahun, dengan angka kesalahan arah kiblat dibawah 1/10 derajat.

Namun, perlu sedikit diperhatikan, bahwa tahun 2020 merupakan tahun kabisat, bertambahnya satu hari di bulan Februari (29 hari) sehingga membuat jadwal matahari di atas Ka’bah bergeser menjadi tanggal 27 Mei  2020 pada jam yang sama dengan tanggal 28 Mei tahun sebelumnya.

Jadi, pada tahun kabisat gunakan tanggal 27 Mei atau 15 Juli. Sedangkan selain tahun kabisat gunakan tanggal 28 Mei atau 16 Juli.

Wallahu A'lam, semoga bermanfaat.

Sumber: Team Lajnah Falakiyah Darul Falah Aceh Utara

Written Murdani bin Abdul Wahab

Senin, 25 Mei 2020

Foto Kegiatan Waled Mustafa Isa

Foto Kegiatan Waled Mustafa Isa

1. Foto Waled Bersama Dewan Guru Dayah Darul Falah
 2. Santri Dayah Darul Falah Belajar Mengamati Hilal di Markaz Observasi PT Perta Aron Gas Lhokseumawe
 3. Tim Hisab Rukyah MPU dan IAIN Malikussaleh Lhokseumawe
 4. Waled Mustafa Isa Mengukur Arah Kiblat Masjid Gampong Alue Papeuen Pantonlabu
 5. Foto bersama Santri Dayah Darul Falah
 6. Waled Mustafa Isa Mengukur Arah Kiblat Masjid di Gampong Paya Reuhat, Peusangan Bireuen
 7. Waled sedang memberi Arahan kepada pelajar Ilmu Falak, lokasi Markaz Observasi PT Perta Aron Gas Lhokseumawe

 8. Waled Bersama masyarakat dari berbagai daerah sekitar Lhokseumawe Aceh Utara melihat hilal di Markaz Observasi PT Perta Aron Gas Lhokseumawe
 9. Waled dan Teungku Ismail Mengukur Arah Kiblat Pembangunan masjid Simpang Keuramat, Aceh Utara
 10. Waled Mengukur Arah Kiblat Masjid di Gampong Alue Anoe Timu Kecamatan Baktiya
 11. Waled Di Markaz Observasi Lhok Nga Banda Aceh bersama Santri Dayah Darul Falah Aceh Utara


Demikian sekilas kegiatan Waled Mustafa Isa dan team Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah Aceh Utara.

Sumber: Team Lajnah Falakiyah Darul Falah Aceh Utara

Written by Murdani bin Abdul Wahab

Kamis, 21 Mei 2020

Penentuan Hari Raya Idul Fitri tahun 1441H. Apakah Lebaran jatuh Besok atau Lusa?


Penentuan Hari Raya Idul Fitri tahun 1441H. Apakah Lebaran jatuh Besok atau Lusa?


Sore ini merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawal 1441 Hijriyah di seluruh tempat observasi mulai dari Papua sampai Aceh.

Pada Jumat sore (22/5), untuk mMarka Observasi Komplek Perumahan Perta Aron Gas Kota Lhokseumawe. Matahari terbenam pada pukul 18:41:31 WIB. Tinggi bulan saat Matahari terbenam -3°44'17.72 di bawah ufuk astronomis di selatan bawah posisi Matahari. Kondisi ini mustahil Hilal dapat dirukyat karena hilal masih di bawah ufuk.

Lebih detail data posisi matahari dan bulan pada tanggal 22 Mei 2020 sebagai berikut:

Matahari terbenam (Ghurub) pada pukul 18:41:31 WIB di lokasi Perta Aron Gas.
Koordinat Lintang = 5,12,35.86 LU
Koordinat Bujur = 97,2,22.81 BT
Deklinasi Matahari = 20.52677255
Deklinasi Bulan = 17.37145356
Tinggi Hilal = -3.738255097 (-3° 44'17.72'') Posisi bulan saat itu dibawah ufuk.
Azimut Matahari = 69.26294649 dikonversi menjadi (69°15'46.61'')
Azimut Bulan = 72.13441218 dikonversi menjadi (72°0'3.88'')
Sedangkan selisih Azimut = 2.87146569 dikonversi menjadi (2°52'17.28'')

Kesimpulan Sementara

Semua kriteria yang berlaku di Indonesia, Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah dan ketinggian bulan 2 derajat yang digunakan Nahdlatul Ulama, serta kriteria internasional (kriteria Odeh) dan usulan Rekomendasi Jakarta 2017 (yang kriterianya sudah digunakan Persis), semuanya menunjukkan pada saat maghrib 22 Mei 2020 posisi bulan belum memenuhi kriteria. Artinya, secara hisab ditentukan awal Syawal (Idul Fitri) 1441 jatuh pada hari berikutnya 24 Mei 2020.

Kepastiannya menunggu hasil sidang itsbat yang akan menggabungkan dengan hasil rukyat (pengamatan) hilal pada saat maghrib nanti, 22 Mei 2020. Karena memang metode rukyat adalah cara menentukan awal dan akhir Ramadhan yang sudah digariskan oleh Islam melalui lisan Nabi SAW. Sedangkan metode hisab adalah sebagai penyokong saja. Perhatikan hadits berikut.

وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا [ قَالَ ]: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ: إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا, وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا, فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya lagi, maka berhari rayalah. Jika hilal tertutup, maka genapkanlah (bulan Sya’ban menjadi 30 hari).” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1906 dan Muslim no. 1080).

Wallahu A'lam

Written by Waled Mustafa Isa.
Re edited by Murdani

Apakah Bumi Bergeser dan Menyebabkan Berubah Arah Kiblat?


Pergeseran Qiblat

Pada dasarnya qiblat tidak berobah dari satu arah ke arah yang lain sejak ditetapkan ka'bah sebagai qiblat bagi umat Islam dari dulu sampai sekarang, di mana ka'bah itu berada, ke sanalah kita menghadapnya waktu shalat dan tidak berobah selama-lama. Ada informasi bahwa qiblat sekarang sudah bergeser, karena lempeng bumi sudah bergeser dengan sebab terjadi stunami pada akhir tahun 2004 M. Informasi tersebut tidak tepat, karena pergeseran lempeng bumi tersebut tidak berpengaruh kepada bergeser ka'bah (qiblat), karena pergeserannya sangat kecil yaitu sekitar 10 cm, pergeseran ini tidak sampai seper 1.000.000 kilometer dari 111,324 km (Seper satu juta derajat).

Moedji Raharto dkk. mengatakan dalam artikelnya "ESTIMASI PENYIMPANGAN ARAH QIBLAT"
"..................... Pelat tektonik tersebut berubah posisi, bergerak dengan kecepatan 1–10 cm/tahun atau bergerak sejauh 1000 km dalam 10–100 juta tahun. Perubahan akibat pergerakan lempeng tektonik itu dalam jangka pendek tidak berarti bila dibandingkan dengan radius Bumi. Pergerakan dalam setahun kurang dari seper satu juta derajat, jadi secara praktis tidak mempengaruhi posisi lintang dan bujur geografis Mekah atau posisi tempat pengamat. Jadi sangat beruntung pergerakan lempeng tektonik sangat kecil, sehingga umat Islam tidak dipersulit dalam mencari arah Qiblat, begitupula bangunan masjid tidak harus setiap tahun dirombak dikoreksi arah qiblatnya."

Banyak terjadi dilapangan, bahwa mesjid dan mushalla sekarang sudah dirubah qiblatnya dari arah barat ke utara ada pula yang ke selatan, ini bukan dengan sebab pergeseran lempeng bumi, tetapi waktu dibangun mesjid dan mushalla tersebut qiblatnya bukan ke ka'bah menurut ilmu pengetahuan sekarang, tetapi anggapan mereka ketika itu qiblat adalah ke arah barat, yang sebenarnya arah qiblat umat Islam di Indonesia yaitu pada posisi di daerah tengah antara titik barat dan titik barat laut.

Dikutip dari Buku Fiqih Falakiyah Karya Waled Mustafa Isa Pulo.

Written by Murdani bin Abdul Wahab

Visi dan Misi Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah Aceh Utara

VISI DAN MISI

Visi Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah Aceh Utara adalah:

Terwujudnya kebijakan pembangunan agama di bidang Informasi Falakiyah dan sosialisasinya berdasarkan penelitian Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah Aceh Utara.

Misi Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah Aceh Utara:

1. Peningkatan kualitas SDM pengelola,

2. Peningkatan kualitas & kuantitas sarana prasarana observatorium Ilmu Falak, serta informasi ilmu Falak.

3. Peningkatan kualitas pengamatan benda langit dan pendokumentasian.

4. Peningkatan kualitas layanan pendidikan Astronomi kepada Penggiat ilmu Falak dan masyarakat umum.

5. Melaksanakan penelitian terkait Ilmu Falak untuk memberikan solusi atas problematika falakiyah dalam masyarakat

6. Menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam bidang Ilmu Falak

ALAMAT DAN KONTAK

Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah Aceh Utara

Jln. Banda Aceh - Medan KM. 289, Gampong Pulo,  kec. Syamtalira Aron, Kab. Aceh Utara, Provinsi Aceh.

email: lajnahfalakiyahdarfal@gmail.com

Hp. /WhatsApp: 0813 6004 5305

Blog: Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah Aceh Utara
https://lajnahfalakiyahdarfal.blogspot.com/?m=1

Page Facebook: Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah - Aceh Utara
https://m.facebook.com/darulfalahmulieng/

Sumber: Team Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah Aceh Utara.

Written by Murdani. 22 Mei 2020.

Team Pengelola Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah Aceh Utara

بِسْــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
.. الحمدلله وكفى، وسلام على عباده الذين اصطفى. وبعد

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT. Salawat dan salam kepada nabi Muhammad Saw.  Keluarga dan sahabatnya.

Lahirnya lembaga Lajnah Falakiyah Darul Falah Aceh Utara ini, bertujuan agar tersebarnya informasi tentang ilmu Falak atau yang berkaitan dengan semisalnya, khusus bagi para pelajar atau santri, dan masyarakat yang ingin mendalami seluk beluk astronomi yang diasuh oleh team dari Dayah Darul Falah Gampong Pulo Syamtalira Aron - Aceh Utara. Mengingat Dayah Darul Falah ini icon sumber lahirnya para pakar astronomi Islam di Aceh. 

Maka, atas hal ini, kami bentuk Tim Lajnah Falakiyah Dayah Darul Falah dengan kriteria:

Pengarah & Penasehat Tim: Waled Mustafa Isa
Ketua Tim: Muhammad Nasrullah, M.Pd
Sekretaris/Editor: Murdani bin Abdul Wahab
Anggota: Teungku Yusuf Yunus, S.Pd.I, Teungku Maimun, M.Pd. dan Teungku Lukman Isa.

Team IT: Teungku Munawir dan Teungku Akmalul Amna

Pengasuh Rubrik: Waled Mustafa Isa, Muhammad Nasrullah, Murdani bin Abdul Wahab, Yusuf Yunus, dkk

Demikian susunan ini, dan harapan besar lembaga ini lebih bermanfaat. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

By Md.

Kunjungan Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar di Kediaman Waled Mustafa Isa

 Kunjungan Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar di Kediaman Waled Mustafa Isa Senin Sore, 4 Juli 2022 jam 5.30 Waled Mustafa Isa menerima kun...